TOURISM

Antara Klasik dan Modernitas Masjid Pink di Iran

SPORTOURISM - Berkunjung ke Iran, selain mengunjungi Isfahan, kini traveler berkunjung ke Shiraz dan melakukan shalat di salah satu masjid popular di dunia: Masjid Pink. Para pelancong dunia sepakat menyebut masjid ini Masjid Pink.


Masjid Pink ini sekarang menjadi sorotan baru untuk para traveler serta photografer. Karena setiap siang, interior masjid ini seolah diterangi sinar pink yang datang dari emisi sinar matahari yang merangsek masuk lewat jendela mosaik berwarna-warni. Masjid Nasir Al Mulk, begitulah nama asli masjid ini yang dibangun tahun 1876 oleh dua arsitek, Mohammad Hasan e-Memar dan Mohammad Reza Kashi-Saz e Širazi. Masjid ini baru selesai 12 tahun kemudian karena desainnya yang unik dan rumit.


Jika dilihat secara seksama, desain bangunan ini seperti dibuat dengan software 3D paling canggih saat ini. Padahal tentu saja, tidak sama sekali. Dua arsitektur itu menggabungkan akar seni Islam, yaitu mosaik dengan bahan-bahan dari seantero Asia. Kaca berwarna-warni itu dipesan dari Asia Barat, yang sudah tersohor sejak abad ke-8. Cat dindingnya didatangkan dari Timur Tengah dan Anatolia. Sementara keramik pada lantainya khusus diimpor dari Turki. Pengerjaan Masjid ini diperintah langsung sultan yang berkuasa ketika itu, Mirza Hasan Ali.


Selain disebut Masjid Pink, tempat ini juga punya nama lain seperti Masjid Pelangi, Masjid Warna-warni, dan Masjid Kaleidoscope. Oh ya, sebenarnya ada tiga masjid terkemuka di dunia ini yang disebut masjid Pink. Selain yang di Iran ini, dua masjid pink lainnya ada di Malaysia dan Filipina.